Jujur, ketika berbicara mengenai gigi, saya agak trauma apalagi dengan dokter gigi. Kenapa? Karena saat saya masih kuliah semester 5/6, saya pernah jatuh dan kehilangan gigi depan saya. Untungnya pada saat itu, saya langsung ke dokter gigi terdekat ditemani teman-teman saya. Kata dokter, 1 gigi depan saya harus di jacket, karena gigi depan saya sudah tidak memungkinkan untuk di tambal, sedangkan yang 1 lagi, masih bisa ditambal.
Haduh, sakitnya bukan main, apalagi yang akan di jacket, gigi saya dikikir dulu. Rasanya linu dan sangat sakit. Untungnya dagu saya hanya robek sedikit, jadi tidak sampai dijahit. Begitu sangat takut dengan dokter gigi, saya sampai enggan untuk ke dokter gigi lagi.
Tapi, karena gigi saya crossbite, alias berantakan susunannya, mau tidak mau saya harus berurusan lagi dengan dokter gigi. Kamis, tanggal 12 Mei 2016, saya pergi ke klinik untuk memasang behel. Saya pilih di Klinik Global Estetik karena dekat dengan rumah dan kalau konsul bisa setelah pulang kerja.
Ketika saya kesana agak bingung dengan lokasinya karena jika dilihat dari peta dekat dengan Universitas Gunadarma. Alamatnya di Gedung Griya Buana Lt. No.445, Jl. Margonda Raya No.2, Jawa Barat, Indonesia. Ternyata, saya harus naik tangga dulu karena tempatnya berada di lantai 2. Jalan terus kemudian belok kanan.
| Sumber Gambar : globalestetik.com |
Saat saya masuk ke klinik tersebut, ada kursi panjang untuk pasien yang menunggu antrian di sebelah kanan ada meja pembayaran, pembayaran bisa menggunakan debit maupun kartu kredit Mandiri atau BCA. Ruang dokter berada di depan meja pembayaran.
| Sumber gambar : www.depoklik.com |
Nama saya dipanggil oleh suster setelah 2 pasien antrian selesai. Ketika saya masuk, saya ke meja dokter yang letaknya ada disebelah kanan. Pertama saya duduk dan ditanya tujuannya apa,
saya : saya mau pakai behel,dok.
dokter : Ooo iya, memang berantakan si
(kata dokter Arnoff sambil memperhatikan susunan gigi saya yang memang berantakan -,-)
Ini harus dicabut giginya 2 gigi atas dan 2 gigi bawah. Untuk biayanya akan dijelaskan setelahnya.
Saya mengiyakan, sebelumnya, saya memang sudah melihat harga yang harus dibayar untuk merapikan gigi saya yang berantakan ini. Bisa dilihat di bawah, ini daftar harganya tidak berubah dari tahun lalu.
![]() |
| Sumber Gambar : chicclickscorner.blogspot.com |
Mulailah saya duduk dikursi pasien, dokter melihat kembali struktur gigi saya. Ternyata ada 3 gigi saya yang bolong dan harus ditambal, ditamballah 3 gigi saya. Setelah itu, gigi saya di scalling, rasanya linu, bahkan saya harus berkumur terus saking linunya. Setelah itu, gigi saya diberi cairan asam, ntah apa itu namanya, setelah itu gigi saya ditempel seperti lem gigi. Jadilah gigi atas saya dibehel. Tapi, kata dokter, ini hanya sementara agar saya beradaptasi. 2-3 minggu lagi saya harus konsul dan cabut gigi. O iya, biaya yang saya keluarkan Rp 7.025.000, rinciannya yaitu Behel dengan kasus pencabutan, tambal 3 gigi, scalling, dan sikat gigi khusus. Setelah itu, saya harus rontgen gigi (diberikan surat pengantar dari dokter) ke Prodia (Laboratorium) di Pesona Khayangan, biayanya sebesar Rp 180.000.
Sekian dan doakan ya semoga gigi saya bisa rapih.. ^^
- To be Continued -

No comments:
Post a Comment